An Introduction to Indonesia’s Media Landscapes

Leave a comment

September 5, 2016 by MsDailyLife

Overview of Sharing Content :

  • Overview of Media Penetration & Advertisement
  • Television
  • Newspaper
  • Magazine
  • Radio
  • Out-of-Home Advertisement
  • Internet (Including Social Media & Mobile)
  • Cinema

“The work of an advertising agency is warmly and immediately human. it deals with human needs, wants, dreams and hopes. It’s ‘product’ cannot be turned out on an assembly line.” – Leo Burnett

Overview of Media Penetration and Advertisement

mediaconsumption

I.1 – Bisa kita liat kalau TV by far the most significantly used media among Indonesians.

Ponsel telah meningkat secara signifikan selama beberapa tahun terakhir, terutama dengan adanya smartphone, tablet, dan sebagainya. Menariknya, satu orang bisa memiliki lebih dari satu ponsel.

Hal lain yang meningkat secara signifikan adalah perkembangan internet, melayani lebih dari sepertiga dari total Indonesia.

Sayangnya, keberadaan majalah dan surat kabar kini  telah secara bertahap menurun dengan munculnya media digital.

IMG-20160830-WA0005

I.2 –Industry Ad Spend (Based on Gross Spend)

Jadi kita bisa mengukur, berapa banyak pengeluran yang dipakai untuk beriklan based on gross rate placement.

So far, memang trend ini masih naik terus. Hanya belakangan ini memang progress-nya agak turun dikarenakan digital spend yang makin naik. Pada gambar diatas, itu hanya gross rate dari TV, majalah, koran, dan radio (di Jawa Barat saja), jadi excluding digital 🙂

IMG-20160830-WA0009

I.3 – Grafik Perusahaan Pengiklan Terbesar di Indonesia.

As easily predicted, UNILEVER was the tops spend BY FAR compared to other companies ! Wuoooh…

IMG-20160830-WA0008

I.4 – Data Kategori yang merajai media spend.

Di Indonesia, ternyata produk minuman dan makanan masih sangat mendominasi wara-wiri di media spend yah … 🙂

IMG-20160830-WA0007

I.5 – Monthly Advertisement Spend 2012 – July 2016.

Dari grafik diatas, bisa diketahui kalau biasanya ada spend naik di first half, tapi pas bulan Ramadhan sedikit jeblok (turun). Biasanya karena faktor liburan dan orang banyaklah di luar rumah, perusahaan pun juga jadi agak malas beriklan karena mereka mikirnya, siapa juga yang liat ?

TV Media Landscapes

IMG-20160830-WA0010

II. 1 – Categorization of Television in Indonesia

Biasanya ini kategorisasi TV di Indonesia yang paling kita sering pakai biasa kita sebut dengan Free To Air (FTA) Television. Contohnya seperti RCTI, SCTV, INDOSIAR, ANTV, METROTV, TVONE, NET dsb. Lalu ada juga Pay TV / Cable, seperti FIRST MEDIA, INDOVISION, TRANSVISION dsb. Kalau untuk Network TV biasanya main channel-nya di Jakarta, tapi ia juga kerja sama daerah-daerah lain untuk variasi tayangan-nya. Dan yang terakhir adalah Local TV, kalau ini memang wabil khusus buat di daerah tertentu saja. Seperti BANTEN TV, STV dsb-nya.

Khusus buat FTA, biasanya yang top rank-nya itu paling stabil RCTI. Terus sekarang ANTV juga naik tuh gegara program-program India yang lagi booming banget sekarang ini. SCTV biasanya di nomor 2 tapi sekarang rank-nya lagi down.

Naah, pernah gak denger – misalnya program Yuk Keep Smile rating 10 di Target Audience Male & Female 15 – 49 ? artinya adalah, misalnya jumlah orang laki-laki dan perempuan usia 15 – 49 tahun (MF – 15-49) ada sekitar 50 juta jiwa. Rating 10 artinya 10% dari 50 juta jiwa menonton Yuk Keep Smile. Artinya, ada 5 juta jiwa MF15-49 yang menonton YKS. Mmmm, paham ga yah kira-kira ? :p

FYI, bisa dibilang INDOVISION by far is the most subscribed Pay TV Channel in Indonesia.

IMG-20160830-WA0011

II.2 – Target Audience Classification based on Household Expenditure.

Nah ini, klasifikasinya bukan dari pendapatan atau penghasilan, melainkan dari pengeluaran rumah tangga euy.

Newspaper Landscapes

IMG-20160830-WA0012

III.1 – An Introduction to Newspaper

 

Biasanya kan kita tahunya KOMPAS tuuh yang paling sering dibaca se-Indonesiah…Ternyata belum tentu juga, di banyak daerah di Jawa, justru Jawa Pos yang paling sering dibaca looh gaez.

IMG-20160830-WA0013

III.2 – Newspaper Ads Revenue in 2015

13007273_639022432916981_5367213037396720499_n

eiitzz…numpang eksis dikit :p 

 

Dari situ kita bisa lihat kalau ternyata koran-koran yang besar (KOMPAS & JAWA POS) sudah mulai ada trend declining. Ketimbang koran-koran lokal. Selain tentunya, karena pengaruh digital newspaper juga.  Biasanya kalau koran itu sedikit lebih skewed ke pembaca yang cowok ketimbang majalah.

 

 

Magazine Landscape

IMG-20160830-WA0014

IV. 1 – Overview of Magazine in Indonesia

Kalau magazine ini memang makin ke sini title-nya makin banyak. Sayang, advertisement spend magazine udah mulai berkurang signifikan sekali.

IMG-20160830-WA0015

IV. 2 – Magazine Ad Revenue

Seperti yang terlihat di tabel, angkanya merah semua. Karena, memang trend masyarakt kita sudah shifting dari baca majalah ke baca majalah online.

Radio Landscape

IMG-20160830-WA0016

Selain magazine & newspaper, radio juga salah satu media yang trend-nya lagi declining. Ada beberapa kondisi ketika kita memutuskan buat menggunakan radio :

  1. Kalau misalnya kita ingin beriklan sesuatu yang ada aktivasinya. Seperti misalnya quiz-quiz atau on-ground activation. Karena, biasanya pihak radio juga menawarkan plus – plus, tidak sekedar airing di radionya. Bisa aktivasi dan sering juga tab info digital.
  2. Kalau kita mau me-reach out orang-orang yang punya kendaraan. Seperti, brand-brand pewangi mobil (ambipur, dll) mereka sering airing iklan mereka di radio. Karena mereka tahu, pemilik mobil di kota besar sering stuck karena macet dan nyalain radio buat menghibur diri.
  3. Kalau kita mau me-reach out target audience di daerah. Daerah-daerah di Jawa masih banyak ternyata pendengar radionya dan justru mereka (katanya) lebih bisa relate ke radio daripada TV, mungkin karena radio masih menginformasikan hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Out of Home Advertisement (OOH) 

IMG-20160830-WA0017

VI.1 – OOH in Brief

OOH itu relate dengan Billboard. Iklan tipe ini sering kita temui terutama di jalan-jalan protokol di kota besar, jalan tol, dan tempat-tempat lain yang sering dilalui banyak orang. Biasanya, brand-brand yang budgetnya besar mereka baru memutuskan menggunakan OOH.

Karena dibandingkan dengan media lainnya, biaya untuk memasang di OOH itu lumayan besaaarr…! Dan, metric untuk mengukur KPI-nya juga belum jelas. Paling hanya bisa dilihat berapa traffic yang melintas di daerah sekitar atau jalan tertentu. Seperti beberapa contoh dibawah ini :

This slideshow requires JavaScript.

Cinema Landscape

IMG-20160830-WA0021

VII.1 – Overview of Cinema in Indonesia.

Seperti yang sudah kita prediksi, XXI sejauh ini the most sought after cinema in Indonesia. Belakangan, muncul juga cinema lain yang walaupun masih baru tapi tetap bersaing kompetitif dengan XXI. Yaitu Blitz (2007) & Cinemax (2014).

Naaaah, ada yang tahu ngga bedanya iklan di XXI dengan Blitz apa ??

Kalau film XXI itu mulai sesuai jadwal. Jadi apabila jadwalnya mulai jam 3, maka iklan-iklannya muncul sebelum jam 3. Sedangkan, Blitz film mulai beberapa menit setelah jam tayang. Jadi misal film di schedule mulai jam 3, filmnya baru mulai 3.15. Itu, 15 menit di awal buat iklan-iklan itu tayang. Jadi, di Blitz exposure iklan lebih kena audience daripada XXI. Walaupun network XXI jauh lebih besar daripada Blitz.

Digital Landscape

IMG-20160830-WA0022

VIII.1 – Internet Usage Among Indonesians

Data ini sebetulnya sudah agak outdated. Tapi mudah-mudahan masih bisa direfer yah … 😉 Pada intinya, Indonesia love social media so much. Most of their time on the internet spent for accessing social media.

IMG-20160830-WA0023

Hampir 80% dari pengguna internet punya social media dan social media yang paling tenar, sudah pasti dan bukan lain FACEBOOK.

IMG-20160830-WA0024

Sejak ada smartphone, ada trend yang signifikan, yaitu kebanyakan orang justru accessing internet through their cellphone. 

IMG-20160830-WA0025

VIII.4 – Digital vs Other Media

Bisa dilihat yah pada gambar diatas, ketimbang TV saja ternyata masih banyakan orang yang akses internet dan sekarang ada trend namanya multi-screen. Yaitu orang bisa nonton TV sambil browsing Internet. Canggih yee..

Orang-orang konsumsi media tidak cuma satu platform saja di satu waktu. Tapi bisa sekaligus banyak platform. Maka dari itu, media agency sekarang di-challenge untuk bikin media plan yang lebih 360 yang tidak hanya pasang iklan di media apa, tetapi bagaimana bisa bikin komunikasi yang lebih integrated dan konsisten accross touch point.

Komunikasi yang lebih integrated antara conventional dan digital. Dan bahkan Facebook pun, sekarang bisa menggapai lebih banyak orang daripada TV.

IMG-20160831-WA0008

Dan seperti yang sudah bisa ditebak, ada spend lewat digital melejit super-drastis dari masa ke masa. Inovasi digital platform bahkan bisa dalam hitungan hari. Kadang envy juga melihat teman-teman yang belajar digital, karena mereka harus selalu belajar sesuatu yang baru setiap hari, kalau tidak mau ketinggalan.

IMG-20160831-WA0007

VIII.6 – Ad Spend Growth

Biasanya, media-media seperti majalah, TV, radio, dll sekarang juga menawarkan digital service ke klien-klien mereka. Jadi misal, kita pasang di majalah nanti iklan kita juga bisa muncul di website dan social media mereka. Dan ini kelihatan berbeda dari komposisi digital advertisement perusahaan. Dari yang tadinya tidak sampai 10%, malah sekarang banyak looh beberapa brand yang go digital 100%. Karena, selain berkembang pesat digital ad spend juga tergolong efisien. Return on Investment-nya juga tinggi ketimbang conventional media.

Soooo….untuk menutup penyampaian informasi pengetahuan, izinkan sekali lagi menyampaikan quote dari Leo Burnett. (FYI, he is one the biggest advertising agency in the world, based at Chicago). He says;

“The work of an advertising agency is warmly and immediately human. It deals with human needs, wants, dreams, and hopes. It’s ‘product’ cannot be turned out on an assembly line.” – Leo Burnett

Special thank you for the sharing knowledge experience for Nasrullah, who work at one of Advertising Agency at Jakarta for being as my sources. 🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: