Ketika Hasad Menyerang

Leave a comment

July 25, 2014 by MsDailyLife

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallampernah bersabda,

“Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling benci membenci, saling membelakangi, jangan menjual atas penjualan orang lain, dan jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara.

Apa sih itu artinya ‘Hasad’ ??

Kata hasad berasal dari bahasa Arab yang berarti iri, dengki. Iri berarti merasa kurang senang dan cemburu melihat orang lain beruntung atau mendapatkan suatu kesenangan. Iri juga salah satu bentuk gangguan mental karena semakin banyak melihat orang lain senang, maka semakin gelisah pula hatinya. Adapun dengki merupakan akibat adanya sikap iri.

Sesama Muslim itu bersaudara. Oleh karena itu, jangan menganiaya, merendahkannya, dan menghinanya. Taqwa itu ada di sini (sambil menunjuk dadanya, beliau mengucapkannya tiga kali).

Seseorang cukup dianggap jahat apabila ia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim yang lain haram mengganggu darah, harta dan kehormatannya.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam mengatakan “Laa tahaasaduu…” atau janganlah kalian dengki antara satu dengan yang lain. Dengki adalah tidak senang kepada orang lain yang diberi nikmat oleh Allah. Misalnya, engkau tidak senang ketika Allah memberi nikmat kepada seseorang, baik yang berupa harta, keturunan, istri, ilmu, ibadah, maupun yang lainnya, baik kamu berharap agar nikmat itu hilang darinya maupun tidak.

Mungkin kalian akan mengatakan betapa sulitnya untuk tidak hasad. Bukankah setiap orang itu memiliki harapan, maka wajar dan manusiawi jika kemudian ia merasa iri karena nikmat yang ia harapkan justru didapat oleh orang lain. Dan siapa pula yang bisa terbebas dari rasa hasad?

Benarlah apa yang kalian katakan. Membebaskan hati dari hasad adalah perkara yang sangat berat. Tidak akan terbebas darinya kecuali mereka yang dijaga Allah.

Allah memerintahkan kita di Al Qur’an surah Al Falaq ayat 5 agar kita berlindung kepada Allah dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki. Allah menyebutkan pendengki ini akan berpengaruh kedengkiannya tatkala ia dengki saja. Karena terkadang seseorang yang memiliki rasa dengki, tapi kemudian ia mendiamkannya, maka rasa dengkinya itu tidak akan menimbulkan pengaruh jahat.

Jadi…apa yang harus kita lakukan ketika hasad menyerang ???

1. Mendiamkan dan menyembunyikannya.

Janganlah sekali-kali kalia tampakkan rasa hasad kita, baik kepada orang yang kita dengki maupun pada orang lain. Cegah agar jangan sampai hasad kita terwujud menjadi usaha untuk menghilangkan nikmat dari orang yang kita dengki. Baik hanya sekedar menghilangkan atau agar nikmat itu berpindah dari diri kita. Ketahuilah, ini adalah sejelek-jelek hasad!

2. Berdoa memohon kepada Allah agar hasad itu dihilangkan dari hati kita.

Bagaimanapun rasa hasad tidak boleh dibiarkan tetap ada. Karena bisa jadi ketika iman kita sedang lemah, maka setan akan berupaya agar kita berbuat jahat disebabkan rasa hasad tersebut. – (Qs. al-Hasyr: 10)

3. Berusaha ridho dengan takdir Allah.

Orang yang hasad berarti ia menentang takdir dan ketetapan Allah. Setiap manusia yang lahir ke dunia, telah Allah tetapkan rezekinya. Dan sesungguhnya Allah membagi rezekidan nikmat-Nya dengan ilmu-Nya. Dengan hikmah-Nya Allah Memberi kepada siapa saja yang Dia hendaki, dan dengan keadilan-Nya Dia tidak memberi kepada siapa saja yang Dia hendaki. Dia berbuat sekehendak-Nya, namun tidaklah sekali-kali Dia mendzalimi hamba-Nya. – (Qs. Al Furqon: 2)

Pupuklah rasa qona’ah dan syukur dalam diri kita. Janganlah kita resah dengan sesuatu yang memang bukan untuk kita. Apa yang diberikan Allah untuk kita, itulah yang terbaik untuk kita. Apa yang tidak diberikan Allah, bisa jadi memang bukan hal yang kita butuhkan, bahkan bisa menimbulkan kemudharatan bagi kita. Kita memohon kepada Allah hati, lisan dan badan yang senantiasa bersyukur atas nikmat-Nya. Kita memohon pula agar Allah menjadikan hati kita ridha dengan takdir-Nya.

4. Berbuat baik kepada orang yang kita dengki

Tersenyumlah! Pasanglah wajah yang cerah, ucapkan salam dan ucapkanlah perkataan yang baik pada mereka! berbuat baik kepada orang yang kita dengki memang perkara yang sulit, tetapi in sya Allah ini adalah salah satu obat mujarab untuk mengobati penyakit hasad di hati kita… 🙂

Semakin kita merasa penyakit hasad kitabertambah parah, maka berusahalah untuk semakin bersikap baik padanya. Awalnya memang terasa sulit dan harus dipaksakan. Tapi begitulah, meski pahit tetapi menyembuhkan. Bahkan klokita mau, berilah mereka hadiah. Karena hadiah bisa lebih mendekatkan hubungan. Jika kalian kurang mampu, maka ada hadiah lain yang tak kalah istimewa. Doakanlah kebaikan baginya. Dan semoga kita pun akan mendapatkan kebaikan sebagaimana kebaikan yang kita inginkan bagi dirinya.

Tanamkan dalam hati kewajiban menginginkan untuk saudara/ri kita sesama muslim yang kita inginkan untuk diri kita sendiri, sehingga seharusnya ia turut bahagia ketika melihat saudaranya mendapatkan nikmat.

5. Jadikanlah surga dan ridha Allah sebagai cita-cita tertinggimu.

Salah satu sebab hasad adalah karena kesempitan hati yang lebih memandang dunia. Karena itu, cara mengobatinya adalah berusaha zuhud dengan dunia dan membawa diri ke alam akhirat. Ambillah dunia hanya sebatas kebutuhan serta hanya digunakan dalam rangka berbuat ketaatan. – (Qs. Thoha: 131)

Ketika seorang muslimah telah menjadikan ridha Allah sebagai tujuan hidupnya, maka buat apa lagi ia hasad terhadap nikmat yang didapat orang lain. Karena pikiran, hati dan tubuhnya telah tersibukkan dengan upaya untuk mendapatkan ridha Allah, mendapatkan keselamatan di akhirat serta mendapatkan kenikmatan Surga. Surga, yang luasnya seluas langit dan bumi. Surga, yang di dalamnya tersimpan berbagai kenikmatan yang menyedapkan mata.

Sesungguhnya memelihara hasad hanya akan merugikan diri kita sendiri. Ia hanyalah akan menjadi penambah beban hati. Maka, buanglah ia jauh-jauh dari hati. Hidup dengan hati yang qona’ah dan selalu bersyukur dengan nikmat Allah … Inilah yang lebih indah dan menentramkan.

Setiap dari kita sangat menginginkan surga. Maka, jadikanlah usaha kita untuk membebaskan diri dari hasad adalah salah satu usaha untuk menggapainya. Sebagaimana seorang sahabat yang disebut-sebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai penghuni surga. Ternyata, kedudukan mulia itu didapatnya karena kebersihan hatinya dari hasad terhadap nikmat orang lain. Wallahu Ta’ala a’lam.

——————————————————————–

Sumber :

MP3 Kajian “Bala Hasad” oleh ustadz Armen Halim Naro
Syarah Riyadhush Shalihin (edisi Terjemah), Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin, penerbit Darul Falah
Tafsir Surat al Falaq (Ust. Muhammad Aunus Shofy), Majalah Al Mawaddah edisi ke-7 tahun ke-1

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: