Anomali Prediksi Survei Bisa Terjadi

Leave a comment

August 5, 2012 by MsDailyLife

online-surveys

online-surveys

JAKARTA–Direktur Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (Cikom LSI), Toto Izul Fatah mengungkap, Anomali dalam sebuah prediksi hasil survei baik pemilihan kepala daerah (Pilkada) maupun pemilihan presiden (Pilpres) bisa terjadi, meski jarang terjadi.

Hal itu sama sekali tak ada kaitan dengan persoalan metodotogi, adanya faktor-faktor spesial yang sering kali abnormal. Pernyataan Toto menanggapi terjadinya ketidaktepatan secara “berjamaah” seluruh lembaga survei antara hasil survei sebelum Pilkada dengan hasil quick count satu jam setelah TPS ditutup.

“Yang namanya anomali dalam ilmu sosial bisa saja terjadi. Dan itu pasti karena ada faktor-faktor khusus yang melatarbelakanginya,” ujar Toto dalam pernyataannya, Sabtu (14/7/2012).

Toto mencontohkan ketidaktepatan berjamaah seluruh lembaga survei dalam memprediksi calon gubernur yang menang dalam Pilkada Propinsi Nanggro Aceh Darussalam (NAD) Aceh tahun 2007 lalu.

Saat itu, ceritanya, seluruh lembaga survei prediksinya tidak tepat. Salah satu faktor penyebabnya adalah siatuasi sosial dan politik di Aceh yang abnormal.

Tentu saja, ujarnya, tidak mudah untuk memotret opini publik disana secara akurat karena hampir seluruh warga saat itu berada dalam situasi tertekan. Terutama, karena faktor masih kuat dan dominannya GAM.

“Orang keluar rumah saja takut, bagaimana bisa mendapat jawaban yang benar sesuai hatinuraninya saat tim relawan survei kita mewawancari mereka. Apalagi, pewawancaranya keliatan orang asing,” ungkapnya.

Kasus abnormal, tambahnya, seperti di Aceh itu tidak selalu terjadi. Bahkan, lembaga survei dan konsultan politik dunia sekelas Gallup saja pernah tidak tepat prediksinya. Begitu juga dengan penyelenggara survei lainnya sekelas Newyork Time dan CNN juga pernah meleset predisknya.

Toto menunjuk contoh kasus Gallup pada tahun 1980 yang meleset hasil surveinya dengan penghitungan akhir pada Pilpres AS antara Jimmy Carter vs Ronald Reagan.

Waktu itu, Carter diunggulkan dengan 44 persen dan Reagan 41 persen. Namun, saat quick count, Carter hanya 41 persen dan Reagan unggul dengan 50,7 persen. Begitu juga dengan Nework Time pada tahun 1988 yang prediksinya gagal dalam Pilpres AS antara Dukakis vs George Bush. Dalam survei terakhir, Dukakis unggul dengan 49 persen sementara Bush 39 persen.

“Hasil akhir, Bush unggul 53 persen dan Dukakis hanya 45 persen. Kasus yang sama terjadi pada Tme/CNN tahun 1992, Clinton dalam survei terakhir hanya 24 persen. Saat penghitungan akhir unggul 43 persen. Sementara, Roos Perot yang sebelumnya 37 persen anjlok ke 18,9 persen dan Bush dari semula 24 persen naik ke 37,4 persen.

Dalam kontek hasil survei Pilkada DKI, Toto menjelaskan, memang terjadi sebuah dinamika peralihan dukungan yang cukup fenomenal terhadap Jokowi di masa-masa akhir jelang pencoblosan.

Hal ini karena faktor kamampuan Jokowi dalam membangun image personalnya yang memikat dengan gayanya yang khas, unik, jujur, polos dan sederhana.

Semua itu terjadi, disamping karena faktor track record Jokowi yang sudah investasi cukup lama lewat aneka pemberitaan tentang succes story nya sebagai Wali Kota Solo. Juga karena faktor kekuatan karakter personal figurnya yang ketemu dengan mainstream emosi publik yang ingin perubahan.

“Kami menduga, situasi dan posisi Jokowi yang seperti itu, dia diuntungkan oleh sekitar 30 persden suara mengambang yang belum memutuskan. Biasanya, suara mengambang dalam Pilkada yang masih ada incumbentnya, dalam analisis kualitatif lewat FGD, adalah suara yang mengekpresikan penolakan halus terhadap incumbent, dalam hal ini Fauzi Bowo,” jelasnya.

Sumber: TRIBUNNEWS.COM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: