Apa Yang Tersurat Belum Tentu Itu Yang Tersirat…

2

May 19, 2012 by MsDailyLife

Ass. Wr.Wbr

Masih ingat kan dengan kisah nabi Musa bersama nabi Khidir?.. buka lagi yukk Al-Qu’ran’y surat Al Kahfi ayat 71-82.. ^^
diceritakan bahwa nabi Musa awal’y menganggap apa yang dilakukan oleh nabi khidir adalah suatu kezhaliman..

“Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidhir melobanginya. Musa berkata: “Mengapa kamu melobangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?” Sesungguhnya kamu telah berbuat kesalahan yang besar. Dia (Khidhir) berkata: “Bukankah aku telah berkata: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku. Musa berkata: “Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku.” (QS. Al-Kahfi : 71-73)

“Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhir membunuhnya. Musa berkata: “Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar. Khidhir berkata: “Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku.” Musa berkata: “Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur kepadaku.” (QS. Al-Kahfi : 74-76)

“Maka keduanya berjalanhingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhir menegakkan dinding itu. Musa berkata: “Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu.” Khidhir berkata: “Inilah perpisahan antara aku dengan kamu. Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.” (QS. Al Kahfi : 77-78)

“Adapun bahtera itu kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera. Dan adapun anak itu, maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mu’min, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anak itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya). Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanan itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.” (QS. al-Kahfi: 79-82).

tiga kali nabi Musa mengira apa yang nabi khidir lakukan adalah kezdaliman.. dan tiga kali pula nabi Musa menyadari kesalahan’y…

bisa dipahami memang keterbatasan kita sebagai manusia,, sulit untuk melihat kebenaran sebelum kebenaran itu terungkap.. keburukan-keburukan yang dilakukan orang lain langsung kita anggap itu adalah suatu kedzaliman.. menjudge begitu saja orang tersebut buruk akhlak’y.. meremehkan apa-apa yang sudah dilakukan’y.. ini lah kita,, yang mata hati kita tertutup dengan penglihatan yang fatamorgana.. hanya melihat dari apa yang mata kita.. tapi Allah.. melihat sampai ke dalamnya hati..

jikalau pun keburukan-keburukan yang orang lain lakuan itu memang merupakan suatu kedzaliman.. biarlah setiap dosa dan pahala.. Allah saja yang menilai.. masing-masing manusia akan dihisap sendiri-sendiri di akhirat.. jangan membuat keburukan orang lain itu menjadi keburukan bagi diri kita dengan berprasangka buruk..

soo.. jangan langsung negative thingking ya… belajar untuk mengambil kebaikan.. meskipun dari keburukan sekali pun… masih ingat kan,,, jadikan setiap aktivitas bernilai ibadah.. jangan biarkan otak kita beraktivitas memikirkan keburukan orang lain.. perdayakan akal kita untuk kebaikan.. ^^

2 thoughts on “Apa Yang Tersurat Belum Tentu Itu Yang Tersirat…

  1. izham says:

    sangat bernas post ini .. 🙂 bertuah kiranya ramai yg suka mengambil iktibar darinya. terima kasih kerna meluangkan masa untuk menulis entry ini.

    • MsDailyLife says:

      Terima kasih…i guess you were from Malaysia…am i right ? 🙂 Thank you and being so gratefull if my article would give a Positive way to everybody…Have a great day…

      regards,
      Metha _ @MsDailyLife

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: