Ini Dia 7 Gunung di Indonesia Untuk Pendaki Pemula

Leave a comment

May 8, 2012 by MsDailyLife

Walaupun tergolong olahraga berat, namun aktivitas mendaki gunung bisa dilakukan siapa saja. Untuk memulainya, ada 7 gunung di Indonesia yang siap ditelusuri keindahannya. Pilihan ada di tangan Anda, calon pendaki profesional!

Hampir setiap orang yang pernah menginjakkan kaki di alam liar pegunungan, mengaku jatuh cinta. Cinta pandangan pertama mereka jatuh pada indahnya alam yang terbentang sejauh mata memandang. Bayangkan saja, tubuh Anda berada di atas awan. Semakin Anda mendaki, semakin terasa bagai menapak bumi di negeri khayangan.

Beruntung Indonesia punya deretan pegunungan yang siap memuaskan dahaga para petualang. Tak hanya megah, gunung-gunung di Indonesia juga terkenal indah. Beberapa di antaranya punya jalur yang cukup landai, serta pemandangan yang akan membuat pendaki pemula jatuh cinta.

DetikTravel pada Jumat (13/4/2012) berbincang via telepon dengan Harley Bayu Sastha, penulis seri buku “Mountain Climbing for Everybody”. Dari hasil perbincangan itu, terangkumlah 7 gunung di Indonesia untuk pendaki pemula. Ingat, selalu ada awal bagi segalanya. Bahkan pendaki profesional berawal dari pendaki pemula!

1. Gunung Gede (Jawa Barat)

Gunung Gede

Gunung Gede

Tak diragukan lagi, Gunung Gede adalah favorit para pendaki pemula. Jalur Cibodas adalah yang paling terkenal, dengan trek yang landai dan pemandangan indah. Sepanjang jalan Anda akan menemukan tempat-tempat cantik seperti Telaga Biru, Air Terjun Cibeureum, juga air panas. Hingga nantinya, Anda akan tiba di Alun-alun Suryakencana sebagai salah satu padang bunga edelweis terindah di Indonesia.

Gunung dengan ketinggian 2.958 ini terletak di tiga kabupaten yakni Bogor, Cianjur, dan Sukabumi. Tiba di puncaknya, para pendaki akan disuguhi panorama eksotis Kawah Gede. Jika masih kuat, perjalanan bisa dilanjutkan ke Gunung Pangrango lewat jalur Kandang Badak.

2. Gunung Kelimutu (Nusa Tenggara Timur)

Jalur di Gunung Kelimutu

Jalur di Gunung Kelimutu

Jangan kira Kelimutu cuma terkenal oleh Danau Tiga Warna-nya. Justru, danau-danau inilah yang menjadi puncak dari Gunung Kelimutu. Terletak di Kabupaten Ende, gunung ini punya ketinggian 1.639 mdpl. Tak terlalu tinggi, sehingga sangat cocok bagi pendaki pemula. Anda bisa memulai pendakian dari Moni, sebuah desa kecil di lereng Gunung Kelimutu.

Dengan trek yang jelas dan cukup landai, pendakian akan terasa menyenangkan dengan panorama sekeliling yang indah. Pelepas lelahnya, tentu saja Danau Tiga Warna yang kecantikannya tersohor hingga mancanegara.

3. Gunung Ungaran (Jawa Tengah)

Kebun Teh Ungaran

Kebun Teh Gunung Ungaran

Gunung ini terletak di Kota Ungaran, pusat pemerintahan Kabupaten Semarang. Sebelum mendaki Ungaran, para pendaki biasanya mengunjungi beberapa tempat wisata di lereng gunungnya. Ada Candi Gedongsongo, juga beberapa air terjun seperti Curug Semirang dan Curug Lawe.

Ada tiga puncak yang terletak sejajar, yaitu Gendol, Botak, dan Ungaran. Yang disebut terakhir itu adalah puncak tertingginya, 2.050 mdpl. Dari sini, pemandangannya sangat indah karena Anda akan dimanjakan oleh panorama dua arah. Di sebelah utara, terhampar Laut Jawa nan luas. Jika berbalik arah yaitu ke selatan, jajaran gunung akan memenuhi pandangan: Merapi, Merbabu, Telomoyo, Sumbing, juga Sindoro.

4. Gunung Papandayan (Jawa Barat)

papandayan

Gunung Papandayan

Gunung yang terletak di Kabupaten Garut ini cukup tenar di kalangan pendaki pemula. Jalurnya cukup landai, pun pemandangannya indah. Sepanjang jalan, Anda akan disuguhi beberapa kawah belerang seperti Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk.

Sebelum tiba di puncak, para pendaki akan dimanjakan dengan hamparan luas padang edelweis bernama Tegal Alun. Dari sini, perjalanan tak akan lagi terasa hingga Anda mencapai puncaknya di ketinggian 2.665 mdpl.

5. Gunung Sibayak (Sumatera Utara)

Gunung Sibayak`

Rute arah menuju Gunung Sibayak

Ada dua gunung yang mewarnai keindahan Kota Brastagi, yaitu Sibayak dan Sinabung. Gunung yang disebut pertama itu punya panorama eksotis, serta terkenal di kalangan para pendaki pemula. Puncaknya berada di ketinggian 2.212 mdpl, dan punya bentuk unik seperti tapal kuda. Oleh karena itu titik tertinggi gunung ini disebut Puncak Tapal Kuda.

Jalur favorit untuk mencapai puncak Gunung Sibayak adalah jalur Lima Empat. Disebut begitu karena berada di KM 54 dari Kota Medan. Sebelum mendaki, Anda bisa menyantap jagung rebus maupun bakar. Dari pintu masuk jalur hingga puncak Gunung Sibayak, perjalanan hanya memakan waktu 3-4 jam.

6. Gunung Ijen (Jawa Timur)

Panorama matahari gunung ijen

Panorama Matahari Gunung Ijen

Mendengar kata Ijen, yang terlintas di benak Anda pastilah panorama matahari terbit yang sangat cantik. Benar sekali, itu adalah salah satu alasan para pendaki menginjakkan kaki di gunung ini. Terlebih lagi, Gunung Ijen termasuk mudah untuk didaki. Puncaknya berada di ketinggian 2.443 mdpl, namun jalurnya cukup berat karena berpasir.

Gunung Ijen terletak di Kabupaten Banyuwangi. Tiap pendaki (baik pemula maupun profesional) tak akan mau ketinggalan melihat panorama matahari terbit. Anda bisa menyaksikan keindahan ini dari Kawah Ijen, dengan melewati jalur berbatu sepanjang 250 meter. Dijamin, Anda akan langsung jatuh cinta dengan keindahan gunung ini.

7. Gunung Lawu (perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur)

Gunung ini punya ketinggian lebih dari beberapa gunung sebelumnya, yaitu 3.265 mdpl. Tapi, pendakian tak akan terasa berat jika Anda memulainya dari jalur Cemorokandang. Sebelum memulai pendakian, Anda bisa mengunjungi beberapa tempat wisata yang berada di lereng gunungnya. Ada Tawangmangu, Cemorosewu dan Sarangan yang terkenal dengan danaunya. Selain itu terdapat dua komplek candi yaitu Candi Sukuh dan Candi Cetho.

Ada tiga puncak yang mewarnai Gunung Lawu, yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan Hargo Dumilah. Tiap malam 1 Sura dalam tanggalan Jawa, penduduk lokal berziarah dengan cara mendaki sampai puncaknya. Pendakian ini tampak biasa saja, bahkan, beberapa wanita mendaki dengan berpakaian adat seperti kebaya. Tak heran, sebelum tiba di puncaknya, ada pedagang makanan alias warung yang selalu siaga. (MMT)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: